Materi Uji Kompetensi Perpajakan 2026

Materi Uji Kompetensi Perpajakan 2026

Bandung, BBF – Banyak orang yang serius ingin terjun ke dunia pajak bertanya hal yang sama: sebenarnya apa saja yang akan keluar di ujian? Jawabannya sudah ada. Sejak skema baru berlaku, uji kompetensi perpajakan mengikuti PMK 55/2026, dan materinya sudah dibuka oleh BPPK dalam sosialisasi. Jadi ini bukan bocoran rahasia, melainkan informasi terbuka yang memang perlu dibaca calon peserta. Rangkuman di bawah ini disusun dengan bahasa santai, berdasarkan pemberitaan Pajakku pada 6 Oktober 2026.

Materi Uji Kompetensi Perpajakan 2026 per Tingkat

Perubahan paling besar ada di cara ujiannya. Dulu materi dipecah per mata ujian. Sekarang semua materi pada tingkat yang dipilih diujikan sekaligus dalam satu waktu. Tingkatnya tetap tiga: A, B, dan C.

Tingkat A: Dasar-Dasar Perpajakan

Tingkat A berisi lima kelompok materi. Sebelumnya materi ini terbagi menjadi enam mata pelajaran, sekarang jadi satu rangkaian ujian:

  • PPh orang pribadi dan SPT PPh orang pribadi
  • Ketentuan umum dan tata cara perpajakan (KUP), penagihan pajak dengan surat paksa (PPSP), dan Pengadilan Pajak
  • Pemotongan dan/atau pemungutan PPh
  • PPN dan SPT PPN
  • Bea meterai

Isinya dekat dengan urusan pajak sehari-hari, jadi wajar kalau ini jadi fondasi untuk tingkat berikutnya.

Tingkat B: Lebih Luas dan Membawa Materi Tingkat A

Peserta tingkat B tetap diuji materi tingkat A, lalu ditambah tiga materi: PPh badan dan SPT PPh badan, akuntansi perpajakan, serta PBB-P5L. Jadi tingkat B bukan hanya soal tambahan bahan, tapi juga menuntut dasar yang sudah kuat.

Tingkat C: Paling Luas, Sampai Pajak Internasional

Tingkat C mencakup materi A dan B, ditambah PPh badan beserta SPT untuk transaksi internasional dan pajak internasional. Peserta yang lulus tingkat C mendapat Surat Keterangan Kompetensi (SKK) tingkat C.

Tidak Wajib Berjenjang Lagi

Peserta boleh langsung memilih tingkat sesuai kemampuan, tanpa harus lulus tingkat di bawahnya dulu. Tapi ada konsekuensinya. Pilih tingkat B berarti diuji materi A dan B. Pilih tingkat C berarti diuji materi A, B, dan C. Semakin tinggi pilihan, semakin banyak yang harus dikuasai.

Kode Etik Pindah ke Ujian Profesi

Kode etik tidak lagi jadi materi di uji kompetensi BPPK. Materi ini dialihkan ke ujian profesi konsultan pajak yang diselenggarakan asosiasi konsultan pajak. Dengan begitu, ujian BPPK berfokus pada kemampuan teknis perpajakan.

Format Ujian dan Passing Grade 60

Soalnya pilihan ganda, disusun dari penerapan aturan dan kasus-kasus perpajakan. Hasilnya cuma dua: lulus atau tidak lulus. Status mengulang pada mata ujian tertentu seperti dulu tidak dipakai lagi. Batas kelulusannya 60 dari skala 0 sampai 100, yang menurut BPPK tergolong moderat.

Cara Belajar Menghadapi Uji Kompetensi Perpajakan

Karena semua materi keluar sekaligus, strategi belajarnya perlu diatur dari awal.

Pertama, pilih tingkat dengan jujur. Menilai kemampuan diri terlalu tinggi bisa membuat bahan yang harus dikejar jadi berlipat. Kedua, bagi jadwal belajar per kelompok materi, misalnya satu minggu untuk PPN, satu minggu untuk PPh badan. Ketiga, latih soal kasus, bukan hanya menghafal pasal, karena soalnya mengacu pada penerapan aturan. Keempat, baca langsung peraturan yang jadi dasar, termasuk PMK 55/2026. Terakhir, cek jadwal dan biaya di informasi resmi BPPK, karena hal itu tidak dibahas dalam sumber yang dirangkum di sini.

Kenapa Ini Penting untuk Wajib Pajak

Soal ini kelihatannya urusan calon peserta saja, padahal wajib pajak ikut kena dampaknya. Wajib pajak yang menghadapi pemeriksaan, keberatan, atau sengketa di Pengadilan Pajak biasanya butuh pendamping yang paham betul aturannya. Materi KUP, penagihan dengan surat paksa, dan Pengadilan Pajak ada di semua tingkat. Artinya, orang yang lulus ujian ini sudah diuji soal hak dan kewajiban wajib pajak dalam proses tersebut.

Skema baru memang ada sisi enaknya. Peserta tidak harus berjenjang dan hasilnya lebih sederhana. Tapi ada sisi yang perlu dicermati. Karena semua materi diujikan sekaligus dan tidak ada status mengulang per mata ujian, satu kali tidak lulus berarti harus menyiapkan ulang seluruh materi. Itu beban waktu dan biaya bagi peserta, terutama yang belajar sambil bekerja. Sebaiknya persiapan dimulai lebih awal.

Intinya, uji kompetensi ini dirancang untuk memastikan orang yang bekerja di bidang pajak memahami aturannya. Bagi wajib pajak, pendamping yang kompeten berarti peluang lebih besar untuk haknya terlindungi. Bagi calon peserta, materi yang sudah terbuka seharusnya dipakai untuk belajar dengan terarah, bukan untuk menebak-nebak soal.

Urusan pajak menjadi lebih mudah

Bukan hanya kemudahan, Konsultan pajak BBF siap membantu  dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.

Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa  mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.

Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!

Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3702 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!

Follow dan kunjungi kami melalui:
X (Twitter)
Visit Us
Follow Me
Bagikan artikel ini
Mochamad Fajar Aulia
Mochamad Fajar Aulia
Articles: 1900

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *