Bagaimana Jika Telat Lapor SPT Tahunan Pribadi ?

Berdasarkan pasal 7 UU 28 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas UU Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), bagi wajib pajak orang pribadi dan badan yang terlambat lapor SPT Tahunan akan dikenakan denda.

Besaran denda yang dikenakan adalah Rp100.000 untuk orang pribadi dan Rp1.000.000 untuk badan. Jika wajib pajak tidak tertib dalam pelaporan SPT pajaknya  pada tahun-tahun berikutnya, maka wajib pajak akan membayar  denda akumulasi per-tahunnya.

Misal Anda tidak melaporkan SPT pajak pribadi hingga empat tahun.  Maka denda yang harus dibayarkan adalah Rp. 400.000.

Selain denda administrasi, dalam Pasal 39 UU KUP Nomor 16 Tahun 2009 ” barang siapa yang lalai menyerahkan SPT Pajak, mengisi informasi palsu pada formulir SPT elektronik ataupun manual, akan dikenakan pidana minimal 6 bulan dan maksimal 6 tahun”.

Jadi, apa yang harus dilakukan jika lapor SPT Tahunan terlambat?

Membayar denda keterlambatan

Pembayaran denda tersebut, tidak bisa langsung dibayarkan. kamu harus minta surat tagihan dari KPP. Setelah dapat  Surat Tagihan Pajak (STP), denda baru bisa dibayakan. Kok ribet? Hal ini karena dalam STP Anda terdapat kode unik  untuk pembayaran denda.

Jika kamu masih belum menerima STP kamu bisa minta kode biling melalui website DJP, Kemudian lakukan pembayaran denda melalui  bank persepsi atau kantor pos.

Wajib pajak diberikan waktu satu bulan untuk membayarkan denda  sejak diterimanya STP.  Memang denda hanya diberikan satu kali. Artinya, bagi wajib  pajak yang melebihi batas waktu pembayaran denda tidak akan  diberikan denda lagi.

Melaporkan SPT Tahunan yang sudah terlambat

Kamu bisa mendatangi KPP terdekat untuk lapor SPT Tahunan yang  terlambat. Ditjen Pajak juga sudah menyediakan tempat pelayanan  pajak khusus seperti Pojok pajak atau Mobil pajak di beberapa  lokasi strategis.

Jangan lupa untuk menyiapkan dan mengisi formulir SPT untuk dilaporkan kepada KPP.

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NAMA :
Nama belum di isi . . .
ALAMAT :
Alamat Belum Di Isi . . .
E-MAIL :
Masukkan Email Dengan Tepat . . .
NO HANDPHONE :
Nomor Telepon Belum Di Isi . . .
PESAN :
Pesan Masih Kosong . . .
close-link