Saya Pindah Kerja Tahun lalu, Bagaimana SPT Tahunan Saya?

Cara melapor SPT wajib pajak yang berpindah kerja, hampir mirip dengan karyawan biasa yang tidak mengalami pindah kerja.

Yang membedakan, hanya prosesnya saja yang sedikit lebih ribet, karena kamu harus meminta bukti potong pajak di perusahaan sebelumnya.

 

Contoh:

Pak Bonham berhenti bekerja di PT Zeppelin pada 31 April 2019. Lalu pindah bekerja ke PT STH pada 1 Mei 2019.

Bagaimana Cala Pelaporan SPT nya?

 

  1. Menyiapkan Dokumen Bukti Potong.

Kamu harus meminta bukti potong 1721 A1 kepada perusahaan Anda bekerja, baik perusahaan lama dan baru.

 

  1. Mengunjungi Laman DJP Online

Pengisian SPT secara online dilakukan di laman DJP Online. Namun, sebelum memulai lapor pajak, pastikan dulu

Kamu sudah punya akun DJP Online dan mengaktivasi EFIN (Electronic Filing Identification Number).

Jika sudah memiliki akun EFIN, Anda bisa langsung mengunjungi https://djponline.pajak.go.id. Kemudian ketik

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan kata sandi. Jangan lupa untuk isi kode captcha dan langsung login.

 

  1. Pilih e-fillinf atau e-form

Setelah login berhasil, “klik” lapor untuk lapor SPT, lalu kamu akan diberi dua pilihan penyampaian SPT, yaitu e-filling atau e-form.

Jika kamu memilih e-filling, pastikan jaringan internet kamu harus stabil selama pengisian data dari awal sampai akhir.

Jika memilih e-form, pengisian SPT bisa dilakukan secara offline pada komputer.

 

  1. Menjawab Pertanyaan

Setelah kamu masuk, klik ‘Buat SPT’ yang berada di sisi layar komputer paling kanan. Kemudian, ikuti langkah selanjutnya dan jawab setiap

pertanyaan dengan benar, hingga seluruh pertanyaan selesai terjawab.

 

Tak perlu bingung formulir 1770 mana yang akan digunakan, karena formulir tersebut akan secara otomatis terpilih sesuai dengan jawaban Anda.

Formulir 1770 S diberikan apabila penghasilan kamu di atas Rp60 juta/tahun, dan 1770 SS jika di bawah Rp60 juta/tahun. Jika gaji kamu di atas atau

melampaui Rp60 juta/tahun, maka Anda akan diberikan tiga opsi form SPT, yaitu ‘dengan bentuk formulir’, ‘dengan panduan’, dan ‘dengan upload SPT’.

 

Pilih salah satu dari tiga opsi ini. Jika kamu sudah tahu cara mengisi formulir 1770 S, maka kamu bisa pilih jawaban ‘dengan bentuk formulir’.

Namun, apabila kamu ingin dipandu dan dipermudah bentuk tampilan pengisiannya, pilih jawaban ‘dengan panduan’. Setelah itu, kamu akan

masuk dalam laman yang menuntun Anda untuk mengisi formulir sesuai dengan petunjuk. Pilih tahun SPT Pajak 2019, lalu pilih status SPT di ‘Normal’,

dan klik ‘Langkah Berikutnya’.

 

  1. Jumlah Pajak yang Dipungut

Kemudian kamu akan masuk ke halaman berikutnya. Di sini akan tertera secara otomatis ‘Nama Pemotong/Pemungut Pajak’ alias perusahaan

tempat kamu bekerja, dan keterangan lain hingga berisi jumlah nominal potongan pajak. Namun jika tidak, klik ‘Tambah’ dan masukkan

data-data dari bukti potong 1721 A1 yang Anda telah siapkan sebelumnya.

 

  1. Mengisi Harta dan Utang

Kolom Harta ini penting untuk diisi dengan sebenar-benarnya, karena akan menentukan keberhasilan pengisian atau pelaporan SPT kamu. Acap kali,

pelaporan SPT gagal di-submit karena kolom harta ini terlewatkan. Klik ‘Ya’ jika kamu memiliki harta. Lalu klik ‘Tambah’ yang ada di sisi layar pojok kanan atas.

Lalu muncul kolom untuk diisi. Jika Anda punya tabungan, tanah, piutang, silahkan isi jumlah nominalnya dengan benar. Pastikan untuk diisi semua, termasuk

bagian ‘Keterangan’ paling bawah. Jika ada salah satu kolom yang tidak diisi, maka Anda akan menerima notifikasi berupa ‘data tidak lengkap’,

sehingga harus mengulangi lagi pengisian kolom Harta.

 

Pada halaman berikutnya, Anda akan ditanya soal kepemilikan utang. Bila punya utang, sebutkan saja apakah itu KTA (Kredit Tanpa Agunan),

KPR (Kredit Pemilikan Rumah), atau yang lainnya, kecuali kartu kredit. Setelah itu, akan ada sejumlah pertanyaan lainnya untuk dijawab.

 

  1. Mengisi Status Kewajiban Perpajakan Suami Istri

Selanjutnya, adalah pengisian status kewajiban perpajakan suami istri jika telah menikah. Bagian ini juga penting karena mempengaruhi besarnya

Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yang akan dikurangkan dari penghasilan kamu.

 

  1. Pengiriman SPT

Tahap selanjutnya adalah verifikasi. Ambil kode verifikasi dengan mengklik ‘Di sini’.Nanti, DJP akan mengirimkan token ke email pribadi Anda.

Setelah itu, masukan nomor verifikasi dari DJP ke bagian kolom di sisi layar bagian bawah. Lalu klik ‘Kirim SPT’ dan Selesai.

Source

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NAMA :
Nama belum di isi . . .
ALAMAT :
Alamat Belum Di Isi . . .
E-MAIL :
Masukkan Email Dengan Tepat . . .
NO HANDPHONE :
Nomor Telepon Belum Di Isi . . .
PESAN :
Pesan Masih Kosong . . .
close-link