Bandung, BBF – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap kasus dugaan korupsi transfer pricing oleh PT TPL Tbk yang membuat dua pegawai pajak tersangka korupsi dengan perkiraan kerugian negara mencapai Rp2 triliun.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Saiful Bahri mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil sementara penyidikan.
“Sementara dari hasil penyidikan kami, diperoleh nilai kerugian sebesar Rp2 triliun dan nanti hasilnya secara resmi akan diberikan oleh tim auditor,” ungkap Saiful dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (12/8/2026) malam.
Dia menuturkan, untuk besaran kerugian negara secara pastinya saat ini masih dihitung tim auditor. “Untuk kerugian keuangan negara dalam perkara ini masih dalam proses perhitungan oleh tim auditor,” jelasnya.
Kronologi Kasus yang Membuat Pegawai Pajak Tersangka Korupsi
Adapun dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan dua orang tersangka. Keduanya masing-masing berinisial BP dan SR yang merupakan pegawai Direktorat Jenderal Pajak.
Menurut penjelasan Saiful, kasus tersebut bermula pada 2008, saat PT TPL melakukan penjualan ekspor pulp kepada afiliasinya yang dilakukan dengan cara under-invoicing, yakni dengan melaporkan pada tahap ekspor dari Indonesia sebagai produk paper grade pulp atau bleached hardwood kraft pulp (BHKP). Padahal secara karakteristik, kegunaan dan harga nilai pasar produk tersebut merupakan produk dissolving pulp.
Pada periode 2008 sampai 2025, PT TPL melaporkan penjualan produk pulp berbeda dengan produk yang sebenarnya dijual ke PT Asia Pacific Rayon atau perusahaan afiliasinya, yaitu produk dissolving pulp dengan nama High Alfa Pulp. “Sehingga berdampak pada penurunan nilai pajak badan atau perusahaan dari yang seharusnya diterima oleh negara,” ujarnya.
Peran Dua Pegawai Pajak Tersangka Korupsi dalam Kasus Ini
Dalam proses tersebut, PT TPL diduga meminta bantuan kepada BP sebagai supervisor pemeriksaan pajak PT TPL pada 2020 dan 2023, serta kepada SR yang menjadi supervisor pemeriksaan pajak pada 2024. Keduanya diduga secara melawan hukum tidak melakukan fungsi pengawasan selaku supervisor.
Mereka juga tidak mendasarkan penelaahan kertas kerja pemeriksaan atau pengawasan (KKP) dan laporan hasil pemeriksaan (LHP) pada program audit yang telah disusun. Atas perbuatan tersebut, para tersangka diduga telah menerima sejumlah uang dari PT TPL.
“Bahwa perbuatan pihak PT TPL bersama-sama dengan para tersangka mengakibatkan penurunan pendapatan negara yang tidak sebagaimana mestinya sehingga merugikan keuangan negara,” tegasnya.
FAQ Seputar Kasus Korupsi Transfer Pricing PT TPL
1. Berapa kerugian negara dalam kasus korupsi transfer pricing PT TPL? Kejagung memperkirakan kerugian negara sementara mencapai Rp2 triliun, dan nilai pastinya masih dihitung oleh tim auditor.
2. Siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini? Kejagung menetapkan dua pegawai Direktorat Jenderal Pajak berinisial BP dan SR sebagai tersangka.
3. Sejak kapan dugaan modus transfer pricing PT TPL berlangsung? Modus ini diduga bermula sejak 2008 melalui penjualan ekspor pulp dengan cara under-invoicing.
4. Apa modus yang digunakan PT TPL dalam kasus ini? PT TPL diduga melaporkan produk ekspornya sebagai paper grade pulp, padahal produk sebenarnya adalah dissolving pulp bernama High Alfa Pulp.
5. Apa peran BP dan SR dalam kasus ini? BP dan SR bertindak sebagai supervisor pemeriksaan pajak PT TPL dan diduga tidak menjalankan fungsi pengawasan sebagaimana mestinya.
6. Apakah kedua tersangka diduga menerima keuntungan dari kasus ini? Ya, keduanya diduga telah menerima sejumlah uang dari PT TPL atas perbuatan tersebut.
7. Bagaimana dampak kasus ini terhadap penerimaan negara? Modus ini menyebabkan penurunan nilai pajak badan yang seharusnya diterima negara, sehingga merugikan keuangan negara.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, Konsultan pajak bandung BBF siap membantu sahabat BBF dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.
Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!
Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










