Jadi Freelancer, Pilih Pembukuan atau Norma?

Jadi Freelancer, Pilih Pembukuan atau Norma?

Bandung, BBF – Begitu resmi jadi pekerja lepas, pertanyaan pajak yang paling sering muncul itu satu: Freelancer Pembukuan atau Norma? Kelihatannya sepele. 

Tapi pilihan ini bisa berpengaruh ke cara kamu hitung pajak setahun penuh. Salah pilih bukan berarti melanggar aturan, tapi bisa bikin pajak terasa lebih berat atau administrasi jadi ribet.

Sebagai freelancer, kamu memang punya dua opsi untuk menghitung penghasilan neto (laba bersih): pakai pembukuan atau pakai Norma Penghitungan Penghasilan Neto (NPPN). Sekarang kita bahas pelan-pelan biar gak salah langkah.

Freelancer Pembukuan atau Norma? Pahami Bedanya Dulu

Pembukuan

Kalau pilih pembukuan, artinya kamu wajib mencatat semua pemasukan dan semua biaya usaha secara detail.

Misalnya:

  • Honor proyek masuk berapa

  • Biaya internet

  • Software berbayar

  • Gaji tim

  • Sewa kantor

  • Biaya marketing

Laba bersih dihitung dari selisih omzet dikurangi biaya riil. Jadi pajak dihitung dari angka yang benar-benar mencerminkan kondisi usaha kamu.

Cocok kalau:

  • Biaya operasional besar

  • Punya tim

  • Sewa kantor

  • Banyak pengeluaran bisnis

Semakin besar biaya, semakin kecil laba kena pajaknya.

Norma (NPPN)

Kalau pilih norma, kamu gak perlu rincian biaya satu per satu. Pemerintah sudah tentukan persentase laba berdasarkan jenis usaha. Misalnya norma 50%. Artinya dari omzet dianggap laba 50%, tanpa peduli biaya sebenarnya berapa.

Cocok kalau:

  • Kerja sendiri

  • Biaya operasional kecil

  • Gak mau ribet administrasi

Norma lebih simpel, tapi kadang bisa bikin pajak terasa lebih besar kalau sebenarnya biaya kamu tinggi.

Mana yang Lebih Menguntungkan?

Jawabannya gak bisa dipukul rata. Kalau biaya riil kamu besar, pembukuan biasanya lebih efisien. Kalau biaya minim dan kerja solo, norma bisa lebih praktis.

Makanya sebelum memutuskan Freelancer Pembukuan atau Norma?, kamu perlu lihat struktur usaha sendiri. Jangan cuma ikut-ikutan teman. Karena kondisi tiap freelancer beda.

Hal yang Sering Dilupakan

Pilihan ini bukan cuma soal hemat pajak. Ini soal konsistensi dan kesiapan administrasi. Pembukuan butuh disiplin. Kalau pencatatan berantakan, malah bikin pusing sendiri.

Norma memang simpel, tapi tetap ada kewajiban lapor dan hitung pajak tahunan. Dan jangan lupa, ada batasan omzet tertentu untuk bisa pakai norma. Kalau omzet sudah melewati batas yang ditentukan, kamu wajib pembukuan.

Urusan pajak menjadi lebih mudah

Bukan hanya kemudahan, Konsultan pajak bandung BBF siap membantu sahabat BBF dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.

Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa  mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.

Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!

Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!

Follow dan kunjungi kami melalui:
X (Twitter)
Visit Us
Follow Me
Bagikan artikel ini
Mochamad Fajar Aulia
Mochamad Fajar Aulia
Articles: 1527

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *