Bandung, BBF – THR 2026 Kena Pajak menjadi pertanyaan yang sering muncul menjelang Lebaran. Tunjangan Hari Raya (THR) memang merupakan hak pekerja yang wajib dibayarkan paling lambat H-7 sebelum Hari Raya, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Menteri Ketenagakerjaan juga menegaskan bahwa perusahaan yang tidak membayar THR dapat dikenai sanksi. Namun, berbeda dari gaji rutin, banyak pekerja bertanya-tanya: apakah THR juga dipotong pajak?
Jawabannya: ya. THR 2026 Kena Pajak karena termasuk dalam objek Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menjelaskan bahwa THR merupakan penghasilan tambahan yang bersifat tidak teratur. Karena itu, saat diterima, THR akan digabung dengan penghasilan bulanan dalam perhitungan pajak pada masa tersebut.
Daftar isi
ToggleTHR 2026 Kena Pajak dengan Skema Tarif Efektif (TER)
Pemotongan pajak atas THR saat ini menggunakan mekanisme Tarif Efektif Rata-rata (TER) sesuai PP Nomor 58 Tahun 2023 dan PMK Nomor 168 Tahun 2023. Dalam sistem ini, pajak dihitung berdasarkan total penghasilan bruto pada bulan THR diterima, yaitu gaji ditambah THR.
Kategori TER dibagi menjadi tiga berdasarkan status PTKP:
Tabel Tarif Efektif Rata-rata (TER) Bulanan
Kategori TER A
(Status: TK/0, TK/1, K/0)
| Penghasilan Bruto Bulanan | Tarif TER |
|---|---|
| s.d. Rp5 juta | 0% |
| > Rp5 – Rp10 juta | 2% |
| > Rp10 – Rp15 juta | 6% |
| > Rp15 – Rp20 juta | 8% |
| > Rp20 – Rp25 juta | 10% |
| > Rp25 – Rp30 juta | 12% |
| > Rp30 – Rp40 juta | 15% |
| > Rp40 – Rp50 juta | 18% |
| > Rp50 – Rp70 juta | 21% |
| > Rp70 – Rp100 juta | 25% |
| > Rp100 juta | 30–34% |
Kategori TER B
(Status: TK/2, TK/3, K/1, K/2)
| Penghasilan Bruto Bulanan | Tarif TER |
|---|---|
| s.d. Rp6 juta | 0% |
| > Rp6 – Rp11 juta | 2% |
| > Rp11 – Rp16 juta | 5% |
| > Rp16 – Rp21 juta | 7% |
| > Rp21 – Rp26 juta | 9% |
| > Rp26 – Rp30 juta | 11% |
| > Rp30 – Rp40 juta | 14% |
| > Rp40 – Rp50 juta | 17% |
| > Rp50 – Rp70 juta | 20% |
| > Rp70 – Rp100 juta | 24% |
| > Rp100 juta | 30–34% |
Kategori TER C
(Status: K/3)
| Penghasilan Bruto Bulanan | Tarif TER |
|---|---|
| s.d. Rp7 juta | 0% |
| > Rp7 – Rp12 juta | 2% |
| > Rp12 – Rp17 juta | 5% |
| > Rp17 – Rp22 juta | 6% |
| > Rp22 – Rp27 juta | 8% |
| > Rp27 – Rp32 juta | 10% |
| > Rp32 – Rp40 juta | 13% |
| > Rp40 – Rp50 juta | 16% |
| > Rp50 – Rp70 juta | 19% |
| > Rp70 – Rp100 juta | 23% |
| > Rp100 juta | 30–34% |
Simulasi Potongan Pajak THR
Contoh kasus:
Seorang pegawai tetap menerima gaji Rp15 juta per bulan. Statusnya TK/0 (kategori TER A). Pada bulan Maret, ia menerima THR sebesar Rp3 juta.
Bulan tanpa THR:
Rp15.000.000 x 6% = Rp900.000
Bulan dengan THR:
Total bruto Rp18.000.000
Rp18.000.000 x 8% = Rp1.440.000
Selisih potongan pajak = Rp540.000
Kenaikan ini terjadi karena tarif efektif mengikuti total penghasilan bruto bulan tersebut.
Tarif Progresif Tahunan Tetap Berlaku
Meski THR 2026 Kena Pajak, penting dipahami bahwa pada akhir tahun (Desember), penghitungan akan disesuaikan kembali menggunakan tarif progresif Pasal 17 UU PPh:
Rp0 – Rp60 juta: 5%
Rp60 juta – Rp250 juta: 15%
Rp250 juta – Rp500 juta: 25%
Rp500 juta – Rp5 miliar: 30%
Rp5 miliar: 35%
Artinya, jika terjadi kelebihan potong selama tahun berjalan, perhitungan akhir akan menyesuaikan total penghasilan tahunan.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, Konsultan pajak bandung BBF siap membantu sahabat BBF dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.
Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!
Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










