Cara Membayar Denda Telat Lapor SPT Tahunan Pribadi

Cara membayar denda aturannya, jika terlambat membayar maupun menyampaikan SPT Pajak akan dikenakan sanksi dan denda. Bagi Anda yang sudah terlanjur terlambat melaporkan SPT, yang jadi pertanyaan adalah cara bayar denda telat lapor SPT Tahunan Pribadi.

Agar tidak mengalami kerugian berkepanjangan, segera bayar dendanya. membayar denda telat lapor Surat Pemberitahuan (SPT) sangat mudah secara online.

Batas waktu lapor SPT Tahunan Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi paling lambat 31 Maret setiap tahunnya. Sedangkan batas waktu penyampaian SPT Tahunan WP Badan adalah 30 April setiap tahunnya.

Baca Juga Artikel : Cari Konsultan Pajak terdaftar?

Denda dan Sanksi Administrasi Telat Lapor SPT Tahunan

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengimbau WP untuk tetap melaporkan SPT Tahunannya, walaupun batas waktu pelaporan telah lewat agar denda tak menumpuk.

Besar denda terlambat lapor SPT Tahunan Pribadi adalah Rp100.000. Sedangkan denda telat lapor SPt Tahunan Badan sebesar Rp1.000.000.

Denda tersebut dibebankan satu kali keterlambatan lapor setiap tahunnya. Namun denda ini belum termasuk akibat terlambat membayar pajak ketika mengalami status SPT kurang bayar dan belum dibayarkan.

Apabila WP juga melakukan keterlambatan pembayaran pajak selain keterlambatan pelaporan pajak, akan ada bunga tambahan yang sifatnya semakin lama menunggak akan makin besar jumlahnya.

Rincian denda dan bunga tersebut akan disampaikan oleh DJP melalui Surat Tagihan Pajak (STP) yang akan dikirimkan ke alamat WP sesuai dengan yang terdaftar pada database DJP.

Cara Bayar Denda Telat Lapor SPT Tahunan Pribadi

Perlu diingat, Anda dapat membayar denda jika sudah mendapat STP. Apabila STP tak kunjung diperoleh, sebaiknya tanyakan ke KPP di mana Anda terdaftar untuk menghindari akumulasi bunga denda yang makin besar.

Setelah mendapatkan STP, Anda dapat melakukan pembayaran melalui aplikasi e-Billing. Siapkan dokumen STP Anda, untuk memperlancar pengisian data pada proses pembayaran denda melalui e-Billing.

Selanjutnya lakukan langkah-langkah berikut ini:

1. Buka aplikasi DJP Online atau aplikasi pajak online e-Filling
2. Login dengan mengisi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), password dan kode keamanan (captcha).
3. Selanjutnya pilih menu “Bayar”
4. Lalu klik “e-Billing”
5. Isi formulir surat setoran elektronik, dalam formulir tersebut data NPWP, Nama dan Alamat akan otomatis terisi oleh sistem
6. Yang perlu Anda isi adalah kolom “Jenis Pajak”. Pada kolom ini pilih kode 411125-PPh Pasal 25/29 OP
7. Lalu pada kolom “Jenis Setoran”, pilihlah kode 300-STP
8. Kemudian pada kolom “Masa Pajak” pilih Januari hingga Desember
9. Selanjutnya, Anda harus mengisi “Tahun Pajak” serta “Nomor Ketetapan” sesuai dengan STP yang Anda miliki. Format nomor ketetapan adalah: Nomor Urut/Jenis SKP/Tahun Pajak/Kode KPP/Tahun Terbit
10. Isi kolom ‘Jumlah Setor’ sesuai dengan besaran yang harus dibayar pada STP
11. Klik “Buat Kode Billing”
12. Masukkan kode keamanan, kemudian klik Submit
13. Pastikan data pada ringkasan surat setoran elektronik yang Anda isi telah benar
14. Jika tidak ada data yang perlu diperbaiki, klik “Cetak”. Dengan demikian, kode Billing akan terunduh secara otomatis
15. Dengan kode Billing tersebut, Anda dapat melakukan pembayaran denda dengan cara datang langsung ke bank/ kantor pos terdekat atau melalui ATM/ Internet banking
16. Selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NAMA :
Nama belum di isi . . .
ALAMAT :
Alamat Belum Di Isi . . .
E-MAIL :
Masukkan Email Dengan Tepat . . .
NO HANDPHONE :
Nomor Telepon Belum Di Isi . . .
PESAN :
Pesan Masih Kosong . . .
close-link