Kenapa mempersiapkan laporan keuangan menjadi begitu penting?

Kenapa mempersiapkan laporan keuangan menjadi begitu penting? Laporan keuangan menjadi sebuah keharusan

bagi pemilik usaha apalagi ketika perusahaan tersebut merupakan WP Badan, laporan keuangan merupakan point

terakhir yang harus dilengkapi dari serangkaian proses pelaporan

SPT tahunan.

 

Baca Juga : Perlu Konsultan Pajak Bandung Terdaftar 

Dimana laporan keuangan untuk tujuan perpajakan telah diatur dalam Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata

Cara Perpajakan dimana SPT Tahunan PPh WP Badan harus melampirkan laporan keuangan yang terdiri dari laporan

laba rugi dan neraca serta informasi lainnya yang digunakan untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak.

Direktorat Jenderal Pajak menyatakan bahwa SPT Tahunan dinilai tidak lengkap jika tidak disertai dengan laporan keuangan.

 

Penggunaan laporan keuangan memang tidak bisa dipisahkan dari SPT Tahunan PPh. Hal ini dikarenakan dalam pembuatan

SPT Tahunan, laporan keuangan merupakan dokumen sumber darimana nilai dalam SPT Tahunan berasal yang akan mengarah

pada laba rugi perusahaan terhadap perhitungan pajak terutang.

 

Karena itu setiap Wajib Pajak harus memperhatikan karakter kualitatif laporan keuangan yang akan digunakan sehingga dapat

bermanfaat bagi penggunanya. Menurut Standar Akuntansi Keuangan ada 4 karakter kualitatif pada laporan keuangan:

 

  1. Mudah dipahami

Informasi yang tercantum dalam laporan keuangan hendaknya dapat segera dipahami oleh pengguna. Dalam kaitannya dengan pajak,

laporan keuangan harus bisa menunjukkan daya dukung terhadap SPT Tahunan PPh. Artinya harus bisa menunjukkan poin-poin dan tujuan

yang jelas agar cepat dimengerti oleh pengguna. Hal ini akan menghindarkan adanya salah paham yang tidak perlu terjadi antara fiskus dengan

Wajib Pajak.

  1. Relevan

Laporan keuangan hendaklah relevan dalam memenuhi kebutuhan pengguna untuk pengambilan keputusan. Sebuah laporan keuangan

akan dinilai berkualitas relevan jika dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna dengan menjadikannya sebagai sumber untuk

evaluasi pada periode tertentu dan mengoreksi hasil evaluasi.

  1. Handal

Laporan keuangan dinilai handal jika tidak terdapat pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, serta menyajikan laporan yang

jujur atau wajar sehingga dapat diandalkan pemakainya. Karakter handal ini meliputi penyajian yang jujur, netralitas, dan pertimbangan sehat.

Karakteristik ini menghendaki laporan keuangan diberikan dengan wajar, lebih menekankan isi daripada bentuk, tidak diperkenankan menyajikan

informasi yang hanya akan menguntungkan pihak tertentu, sementara ada pihak lain yang dirugikan, mengutamakan unsur kehati-hatian dan

pertimbangan rasional, serta mengutamakan kelengkapan dalam penyediaan informasi.

  1. Dapat dibandingkan

Laporan finansial perusahaan hendaklah harus bisa diperbandingkan antar periode untuk mengetahui tren posisi dan kinerja keuangan.

Selain itu membandingkan laporan keuangan antar perusahaan dilakukan untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja, serta perubahan

posisi keuangan. Karena itu pengukuran dan penyajian laporan keuangan dari transaksi atau lainnya harus dilakukan secara kontinyu atau konsisten.

Implikasi penting dari perbandingan ini adalah pemakai harus mendapatkan informasi terkait kebijakan akuntansi yang akan digunakan dalam

menyusun laporan keuangan, adanya perubahan kebijakan, serta adanya pengaruh dari perubahan tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NAMA :
Nama belum di isi . . .
ALAMAT :
Alamat Belum Di Isi . . .
E-MAIL :
Masukkan Email Dengan Tepat . . .
NO HANDPHONE :
Nomor Telepon Belum Di Isi . . .
PESAN :
Pesan Masih Kosong . . .
close-link