Bandung, BBF – Lembaga riset yang bergerak di bidang makro ekonomi, Center of Economic and Law Studies (CELIOS), menilai kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen tidak hanya menekan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.
Direktur Kebijakan Publik CELIOS, Media Wahyudi Askar, mengungkapkan bahwa kenaikan PPN akan memukul daya beli masyarakat, yang pada akhirnya memaksa perusahaan untuk melakukan penyesuaian operasional.
Salah satu langkah yang diambil pelaku usaha adalah pengurangan tenaga kerja. “Ada kemungkinan penurunan daya beli masyarakat untuk mengkonsumsi sebuah barang, karena otomatis perusahaan akan melakukan penyesuaian, dan salah satu opsinya adalah mengurangi tenaga kerja,” jelas Media dalam diskusi bertajuk ‘Menggugat Kenaikan PPN 12%’ di Gedung YLBHI, Jakarta, Jumat (29/11/2024).
Daftar isi
Toggle554 Ribu Pekerja Terancam PHK Kalau PPN Naik 12 Persen
Lebih mendalam lagi, simulasi dampak kebijakan ini menunjukkan bahwa 554 ribu pekerja terancam kehilangan pekerjaan akibat penyesuaian dunia usaha di tengah penurunan daya beli. “Kemudian terjadi penurunan penyerapan tenaga kerja hingga 554.440 orang. Dan ini efeknya masif sekali,” ujar Media.
Selain dampak terhadap tenaga kerja, kebijakan kenaikan PPN ini juga menyebabkan kontraksi di berbagai sektor utama perekonomian. Output ekonomi diproyeksikan turun hingga Rp79 triliun, konsumsi rumah tangga terpangkas Rp40 triliun, dan ekspor menurun Rp11 triliun.
“Ternyata ketika PPN dinaikkan secara signifikan menjadi 12 persen, output ekonomi kita justru hilang sebesar Rp79 triliun, PDB juga hilang atau berkurang sebesar Rp65 triliun, konsumsi rumah tangga juga menurun sebesar Rp40 triliun. Nah ini yang paling signifikan, ekspor. Ekspor kita juga akan mengalami kontraksi sebesar Rp11 triliun,” tambah Media.
Dengan berbagai tekanan ini, apabila kebijakan PPN 12 persen tetap dilaksanakan, pertumbuhan ekonomi pada 2025 diperkirakan hanya mencapai 4,09 persen. “Pertumbuhan ekonomi kita akan mengalami penurunan dari prediksi dan hanya akan mencapai 4,09 persen dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2025 dari prediksi beberapa lembaga yang kemungkinan akan mencapai 5,1 persen,” ucapnya.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, bisnis best friend siap membantu sahabat bbf dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan,serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis! Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










