Bandung, BBF – Pemerintah akan membatasi penyaluran BBM bersubsidi seperti pertalite dan solar untuk masyarakat kelompok desil 10, yaitu kelompok dengan tingkat pendapatan dan kesejahteraan tertinggi. Kebijakan ini disiapkan sebagai langkah awal untuk memastikan bahwa subsidi energi benar-benar dinikmati oleh kelompok yang memang membutuhkan, bukan mereka yang secara ekonomi sudah mapan.
Rencana Pembatasan BBM Bersubsidi bagi Kelompok Desil 10
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pembatasan tersebut akan dilaksanakan dalam beberapa bulan mendatang. Opsi ini ditempuh sebagai salah satu langkah untuk memastikan penyaluran subsidi lebih tepat sasaran.
“Mungkin kita akan coba nanti berapa bulan ke depan, yang desil 10 kita batasi dulu,” ujarnya, dikutip pada Jumat (21/8/2026).
Sebagai informasi, desil 10 artinya kelompok masyarakat yang berada pada peringkat 10% teratas dengan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi yang paling tinggi. Kelompok ini dipilih sebagai sasaran awal karena secara logika kebijakan, merekalah yang paling tidak membutuhkan bantuan subsidi dari negara.
Target Penghematan dari Pembatasan BBM Bersubsidi
Dengan adanya wacana pengetatan penyaluran, pemerintah ingin memastikan bahan bakar bersubsidi benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan. Upaya tersebut juga bertujuan menekan belanja subsidi agar tidak membengkak dan berpotensi memperlebar defisit APBN.
Menurut Purbaya, kebijakan tersebut bahkan berpotensi menghemat anggaran belanja negara. Ia memperkirakan penghematan dari pembatasan bagi masyarakat kelompok desil 10 dapat mencapai 10% dari total anggaran subsidi.
“Nanti ada penghematan, kita masih menghitung, kira-kira sepersepuluhnya kalau enggak salah,” katanya.
Alokasi Anggaran Subsidi dalam RAPBN 2027
Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, pemerintah merancang anggaran belanja subsidi sebesar Rp387,88 triliun. Alokasi tersebut terdiri atas subsidi energi senilai Rp272,94 triliun dan subsidi nonenergi Rp114,93 triliun.
Jika dibandingkan dengan outlook realisasi belanja subsidi pada 2026 sebesar Rp337,1 triliun, total alokasi subsidi tahun depan meningkat 15,1%.
Dari sisi volume penyaluran, jumlah yang beredar di masyarakat pada 2026 diperkirakan mencapai 26,4 juta kiloliter, lalu meningkat menjadi 28,7 juta kiloliter pada 2027 seiring proyeksi kebutuhan energi nasional.
Ringkasan Poin Penting
Berikut rangkuman singkat kebijakan yang perlu diketahui masyarakat.
- Pembatasan penyaluran pertalite dan solar diarahkan lebih dulu ke kelompok desil 10.
- Kebijakan ini rencananya mulai berjalan dalam beberapa bulan ke depan.
- Desil 10 adalah 10% kelompok masyarakat dengan kesejahteraan ekonomi tertinggi.
- Potensi penghematan anggaran diperkirakan mencapai 10% dari total alokasi subsidi.
- Anggaran subsidi dalam RAPBN 2027 dirancang sebesar Rp387,88 triliun, naik 15,1% dari outlook 2026.
- Volume penyaluran diperkirakan naik dari 26,4 juta kiloliter (2026) menjadi 28,7 juta kiloliter (2027).
FAQ Seputar Pembatasan BBM Bersubsidi
1. Apa itu kebijakan pembatasan BBM bersubsidi untuk desil 10? Ini adalah rencana pemerintah membatasi penyaluran pertalite dan solar khusus untuk kelompok masyarakat desil 10, yaitu 10% teratas dari sisi tingkat kesejahteraan ekonomi, agar subsidi lebih tepat sasaran.
2. Kapan kebijakan pembatasan ini mulai diberlakukan? Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kebijakan ini direncanakan mulai berjalan dalam beberapa bulan ke depan, meski belum ada tanggal pasti yang diumumkan.
3. Mengapa desil 10 menjadi sasaran awal pembatasan? Karena desil 10 merupakan kelompok masyarakat dengan tingkat pendapatan dan kesejahteraan tertinggi, sehingga dinilai paling tidak membutuhkan bantuan subsidi energi dari negara.
4. Berapa potensi penghematan anggaran dari kebijakan ini? Pemerintah memperkirakan penghematan dapat mencapai sekitar 10% dari total anggaran subsidi, meski angka pastinya masih dalam tahap perhitungan.
5. Berapa besar anggaran subsidi pemerintah pada 2027? Dalam RAPBN 2027, anggaran belanja subsidi dirancang sebesar Rp387,88 triliun, terdiri atas subsidi energi Rp272,94 triliun dan subsidi nonenergi Rp114,93 triliun.
6. Apakah volume penyaluran akan berkurang setelah pembatasan diberlakukan? Justru sebaliknya, proyeksi volume penyaluran nasional diperkirakan naik dari 26,4 juta kiloliter pada 2026 menjadi 28,7 juta kiloliter pada 2027, seiring kebutuhan energi yang terus bertambah meski penyaluran ke desil 10 dibatasi.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, Konsultan pajak BBF siap membantu dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.
Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!
Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3702 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










