Bandung, BBF – Dua karyawan dengan gaji sama persis bisa kena potongan pajak yang berbeda, dan bukan karena kesalahan HRD. Ini soal kategori TER yang dipakai perusahaan buat penghitungan PPh 21, dan kalau kamu nggak tahu kategori mana yang berlaku buat kamu, kamu nggak akan pernah bisa cek sendiri apakah potongan gaji bulanan kamu udah benar atau ada yang keliru.
Sejak PP 58/2023 dan PMK 168/2023 berlaku, sistem penghitungan PPh Pasal 21 berubah total lewat skema tarif efektif rata-rata alias TER. Bukan cuma satu tarif buat semua orang, tapi terpecah jadi beberapa kategori yang penentuannya tergantung status PTKP kamu.
Apa Beda TER A, B, C, dan TER Harian dalam Penghitungan PPh 21?
Merujuk Pasal 2 ayat (2) PP 58/2023, tarif efektif pemotongan PPh Pasal 21 terdiri atas dua jenis, yaitu TER bulanan dan TER harian. Penerapan keduanya bersifat wajib, bukan pilihan, dan tujuannya buat memudahkan teknis penghitungan serta administrasi pemotongan pajak.
Jawaban singkat: TER bulanan dipecah jadi tiga kategori, yaitu Kategori A, B, dan C, yang penentuannya berdasarkan besaran PTKP sesuai status perkawinan dan jumlah tanggungan kamu di awal tahun pajak. Kategori A berlaku buat status TK/0, TK/1, dan K/0 dengan PTKP Rp54 juta sampai Rp58,5 juta, punya 44 jenjang tarif dari 0% sampai 34%. Kategori B berlaku buat TK/2, TK/3, K/1, dan K/2 dengan PTKP Rp63 juta sampai Rp67,5 juta, punya 40 jenjang tarif. Kategori C khusus buat status K/3 dengan PTKP Rp72 juta, punya 41 jenjang tarif. Sementara TER harian dipakai khusus buat pegawai tidak tetap dengan penghasilan harian sampai Rp2,5 juta, dan hanya punya 2 jenjang tarif.
Kapan TER Bulanan dan TER Harian Digunakan dalam Penghitungan PPh 21
Bukan cuma soal kategori, penggunaan TER bulanan dan TER harian juga dibedakan berdasarkan jenis penghasilan dan status kepegawaian. Berikut rinciannya:
TER bulanan dipakai untuk:
- Pegawai tetap pada masa pajak selain masa pajak terakhir (bukan Desember atau bulan resign)
- Pegawai tidak tetap yang penghasilannya dibayarkan bulanan
- Dewan pengawas dan dewan komisaris yang menerima penghasilan tidak teratur
TER harian dipakai khusus untuk:
- Pegawai tidak tetap yang menerima penghasilan tidak secara bulanan
- Penghasilan bruto sampai dengan Rp2,5 juta per hari
- Kalau penghasilan tidak diterima harian, dasarnya pakai rata-rata upah mingguan, satuan, atau borongan per hari kerja
Perbedaan ini penting karena kalau kategori atau jenis TER yang dipakai keliru, hasil penghitungan pajak yang dipotong dari gaji kamu juga bisa ikut salah.
Contoh Penghitungan PPh 21 dengan TER Bulanan dan Harian
Biar lebih kebayang, DDTCNews memberi contoh konkret. Tuan A berstatus K/0, bekerja di PT X dengan gaji pokok Rp20 juta dan tunjangan Rp10 juta per bulan. Ditambah premi JKK dan JKM dari perusahaan, penghasilan bruto Tuan A pada Januari 2026 jadi Rp30.160.000. Karena statusnya K/0, dia masuk TER bulanan Kategori A dengan tarif 13% untuk penghasilan segitu. Hasilnya, PPh Pasal 21 Tuan A bulan itu adalah Rp30.160.000 x 13% = Rp3.920.800.
Beda kasus buat pekerja lepas. Tuan Ilham bekerja merakit jam tangan selama 15 hari di PT X dengan upah harian Rp550.000. Karena upah hariannya di atas Rp450.000, dia kena TER harian dengan tarif 0,5%. Jadi PPh Pasal 21 hariannya adalah Rp550.000 x 0,5% = Rp2.750.
FAQ Seputar Perbedaan TER dalam Penghitungan PPh 21
Q: Apa itu TER dalam penghitungan PPh 21? A: TER atau tarif efektif rata-rata adalah skema penghitungan PPh Pasal 21 yang diatur PP 58/2023, terdiri dari TER bulanan dan TER harian, dan sifatnya wajib digunakan.
Q: Apa perbedaan utama TER Kategori A, B, dan C? A: Perbedaannya terletak pada besaran PTKP sesuai status perkawinan dan jumlah tanggungan. Kategori A untuk PTKP Rp54-58,5 juta, Kategori B untuk Rp63-67,5 juta, dan Kategori C untuk Rp72 juta (status K/3).
Q: Siapa saja yang dikenakan TER bulanan? A: TER bulanan berlaku untuk pegawai tetap di masa pajak selain masa terakhir, pegawai tidak tetap dengan penghasilan bulanan, serta dewan pengawas dan komisaris dengan penghasilan tidak teratur.
Q: Kapan TER harian digunakan dalam penghitungan PPh 21? A: TER harian digunakan khusus untuk pegawai tidak tetap yang menerima penghasilan tidak secara bulanan dengan jumlah penghasilan bruto sampai Rp2,5 juta per hari.
Q: Berapa banyak jenjang tarif di setiap kategori TER bulanan? A: Kategori A memiliki 44 jenjang tarif, Kategori B memiliki 40 jenjang tarif, dan Kategori C memiliki 41 jenjang tarif, mulai dari 0% hingga 34%.
Q: Bagaimana cara menentukan kategori TER bulanan yang berlaku untuk seorang pegawai? A: Kategori ditentukan berdasarkan status PTKP pegawai sesuai status perkawinan dan jumlah tanggungan yang berlaku pada awal tahun pajak.
Q: Apakah penggunaan TER bersifat pilihan atau wajib? A: TER bersifat wajib digunakan sesuai ketentuan, bukan opsional bagi pemberi kerja dalam melakukan pemotongan PPh Pasal 21.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, Konsultan pajak bandung BBF siap membantu sahabat BBF dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.
Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!
Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










