Bandung, BBF – Mulai Agustus 2025, Bank Indonesia (BI) akan meluncurkan sistem pembayaran digital baru bernama Payment ID. Sistem ini dirancang sebagai kode unik berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang mengintegrasikan seluruh aktivitas keuangan individu.
Dengan adanya sistem keuangan ini, otoritas bisa mengetahui profil keuangan seseorang secara menyeluruh mulai dari pendapatan, pengeluaran, utang, hingga investasi.
Daftar isi
ToggleApa Itu Payment ID?
Payment ID adalah kode unik sepanjang 9 karakter yang akan dimiliki setiap individu di Indonesia. Kode ini terhubung langsung dengan NIK dan berfungsi sebagai identitas tunggal dalam seluruh ekosistem pembayaran digital baik rekening bank, e-wallet, dompet digital, maupun kanal pembayaran lainnya.
Tujuan utama sistem ini adalah:
- 🔍 Identifikasi profil pengguna sistem pembayaran
- ✅ Otentikasi data transaksi
- 🔗 Penghubung antara identitas dan riwayat transaksi keuangan
Dengan kata lain, Payment ID akan menjadi “KTP-nya transaksi digital”. Setiap kali kamu melakukan pembayaran, sistem bisa langsung mengenali siapa kamu dan apa riwayat keuanganmu.
Jadi Apa Fungsi Payment ID?
Sistem ini bukan cuma soal efisiensi, tapi juga soal transparansi dan akurasi. Berikut beberapa manfaatnya:
1. Profil Keuangan Terintegrasi
Payment ID memungkinkan lembaga keuangan melihat gambaran utuh tentang kondisi keuangan seseorang. Misalnya, saat kamu mengajukan kredit, bank bisa langsung menilai kelayakanmu berdasarkan data riil bukan sekadar skor kredit konvensional.
2. Deteksi Aktivitas Berisiko
BI menyebut bahwa sistem ini bisa mendeteksi aktivitas seperti judi online, pinjaman ilegal, atau transaksi mencurigakan lainnya. Tujuannya bukan mengintai, tapi melindungi sistem keuangan dari risiko dan penyalahgunaan.
3. Penyaluran Bantuan Sosial Lebih Tepat
Dalam uji coba awal, Payment ID digunakan untuk menilai kelayakan penerima bansos. Sistem bisa melihat apakah seseorang benar-benar membutuhkan bantuan, berdasarkan mutasi rekening dan aktivitas keuangan.
Apa Bedanya dengan Sistem yang Sudah Ada?
Payment ID tidak menggantikan sistem seperti SLIK OJK, tapi melengkapinya. Kalau SLIK fokus pada riwayat kredit, Payment ID mencakup semua transaksi termasuk e-wallet, transfer antar bank, dan belanja online.
Sistem ini juga akan terintegrasi dengan data kependudukan dari Dukcapil dan data sosial ekonomi dari BPS. Jadi, validasi identitas dan kondisi ekonomi bisa dilakukan secara otomatis dan akurat.
Payment ID, Identitas Digital Masa Depan
Payment ID adalah langkah besar menuju sistem pembayaran yang lebih cerdas, transparan, dan terintegrasi. Buat pelaku usaha, individu, dan lembaga keuangan, sistem ini bisa mempercepat proses, meningkatkan akurasi, dan memperkuat kepercayaan.
Tapi, seperti teknologi lainnya, kuncinya ada di pengawasan dan perlindungan data. Selama dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan persetujuan pengguna, Payment ID bisa jadi fondasi kuat untuk masa depan keuangan digital Indonesia.
Urusan pajak menjadi lebih mudah
Bukan hanya kemudahan, bisnis best friend siap membantu sahabat bbf dalam urusan perpajakan. Bersama kami, sahabat tidak perlu khawatir memikirkan urusan perpajakan.
Serahkan semuanya kepada kami, dan sahabat tetap bisa fokus dalam membangun bisnis Sehingga sahabat bisa mengehmat waktu dan tenaga untuk mengurus perusahaan.
Untuk akses lainnya bisa kunjungi melalui Instagram: @bisnisbestfriend atau bisa juga kunjungi tiktok kami bisnisbestfriend Jangan ragu untuk menghubungi kami hari ini untuk mendapatkan konsultasi gratis!
Klik tombol di sini atau hubungi kami di +62 821-2833-3701 untuk memulai. Jangan biarkan pajak menjadi beban, biarkan kami membantumu!










