Cara Menghitung PPh 21

Cara Menghitung PPh 21 2026 Terbaru! Kamu Wajib Tahu!

Cara Menghitung PPh 21 – Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain sehubungan dengan pekerjaan atau jasa. Bagi pegawai maupun pemberi kerja, mengetahui cara menghitung PPh 21 itu penting banget, apalagi di tahun 2025 ini aturan dan batas PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) bisa aja berubah mengikuti kebijakan pemerintah.

Artikel ini bakal bahas cara menghitung PPh 21 2025 secara lengkap dan sederhana biar kamu nggak bingung lagi ngitung pajak gaji tiap bulan.

Apa Itu PPh 21?

PPh 21 adalah pajak yang dipotong oleh pemberi kerja (perusahaan) dari penghasilan yang diterima karyawan setiap bulan. Pajak ini kemudian disetorkan ke kas negara.

Secara sederhana, PPh 21 merupakan bentuk kontribusi wajib atas penghasilan yang diterima oleh individu atas pekerjaan, jabatan, atau kegiatan tertentu.

Contoh penghasilan yang kena PPh 21:

  • Gaji dan upah bulanan
  • Tunjangan tetap dan tidak tetap
  • Honorarium atau fee
  • Bonus dan THR
  • Uang lembur atau insentif

Dasar Hukum dan Tarif PPh 21

Perhitungan PPh 21 tahun 2025 mengacu pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) dan aturan turunannya dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Cara Menghitung PPh 21

Dengan memahami tarif ini, kamu bisa tahu cara menghitung PPh 21 karyawan sesuai penghasilan masing-masing.

Komponen Penting dalam Menghitung PPh 21

Sebelum masuk ke rumusnya, ada beberapa komponen utama yang wajib kamu pahami:

  1. Penghasilan Bruto – total gaji atau pendapatan sebelum dikurangi potongan apa pun.
  2. Pengurang – seperti biaya jabatan (5% dari penghasilan bruto, maksimal Rp 500.000/bulan) dan iuran pensiun.
  3. PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) – batas minimum penghasilan yang tidak dikenai pajak.
  4. PKP (Penghasilan Kena Pajak) – penghasilan setelah dikurangi pengurang dan PTKP, ini yang dikenai tarif PPh 21.

Baca Juga: Dapat PPh Pasal 21 DTP? Gini Cara Nentuin Batas Gaji-nya

Cara Menghitung PPh 21 2025 (Langkah demi Langkah)

Jika ingin menghitung lebih cepat tanpa risiko salah hitung, Anda bisa menggunakan kalkulator PPh 21 TER untuk simulasi otomatis sesuai status PTKP dan komponen gaji terbaru.

Berikut panduan cara menghitung PPh 21 dengan mudah:

Langkah 1: Tentukan Penghasilan Bruto

Contoh:
Gaji pokok = Rp 8.000.000
Tunjangan makan dan transport = Rp 1.000.000
Total Penghasilan Bruto = Rp 9.000.000

Langkah 2: Kurangi dengan Biaya Jabatan dan Iuran Pensiun

Biaya jabatan (5% x 9.000.000) = Rp 450.000
Iuran pensiun (misal) = Rp 100.000
Total Pengurang = Rp 550.000

Penghasilan Neto = Rp 9.000.000 – Rp 550.000 = Rp 8.450.000

Langkah 3: Hitung Penghasilan Neto Setahun

Rp 8.450.000 x 12 bulan = Rp 101.400.000

Langkah 4: Kurangi dengan PTKP

Status lajang (TK/0) = Rp 54.000.000
Penghasilan Kena Pajak (PKP) = Rp 101.400.000 – Rp 54.000.000 = Rp 47.400.000

Langkah 5: Hitung Pajak Terutang

Karena PKP < 60 juta, maka tarif pajak = 5%
PPh 21 setahun = 5% x 47.400.000 = Rp 2.370.000
PPh 21 per bulan = Rp 2.370.000 / 12 = Rp 197.500

Jadi, PPh 21 bulanan karyawan tersebut adalah Rp 197.500.

Cara Menghitung PPh 21 untuk Pegawai Tidak Tetap

Bagi pekerja freelance, harian, atau borongan, cara hitungnya sedikit berbeda. Kalau penghasilan ≤ Rp 450.000/hari, maka tidak kena PPh 21.
Tapi kalau > Rp 450.000/hari, maka kena potongan PPh 21 sebesar 5% dari kelebihan penghasilan di atas Rp 450.000.

Contoh:
Honor Rp 600.000/hari
Kena pajak = 600.000 – 450.000 = 150.000
PPh 21 = 5% x 150.000 = Rp 7.500

Tips Menghitung PPh 21 agar Tidak Salah

  • Gunakan simulator pajak resmi DJP di situs pajak.go.id.
  • Simpan slip gaji dan bukti potong (Formulir 1721 A1) untuk pelaporan SPT Tahunan.
  • Perhatikan status PTKP (misal menikah, tanggungan anak, dll).
  • Update aturan pajak terbaru tiap tahun.

FAQ: Pertanyaan Seputar Cara Menghitung PPh 21

Q: Apakah PPh 21 wajib dibayar semua karyawan?
A: Ya, selama penghasilannya di atas PTKP, maka wajib dipotong PPh 21 oleh pemberi kerja.

Q: Gimana kalau perusahaan nggak potong PPh 21?
A: Itu bisa kena sanksi pajak. Karyawan juga tetap wajib lapor SPT pribadi.

Q: Apa beda PPh 21 dan PPh 23?
A: PPh 21 untuk penghasilan orang pribadi, sedangkan PPh 23 untuk penghasilan jasa atau badan usaha.

Kesimpulan

Sekarang kamu udah paham kan cara menghitung PPh 21 tahun 2025? Intinya, PPh 21 dihitung dari penghasilan bruto dikurangi biaya jabatan, iuran pensiun, dan PTKP, lalu dikalikan dengan tarif progresif sesuai aturan pajak terbaru.

Dengan menghitung pajak secara benar, kamu bisa lebih mudah mengatur keuangan dan menghindari sanksi dari DJP.

Butuh Bantuan Urus Pajak Bisnis Kamu?

Kalau kamu pengusaha atau UMKM yang butuh pendampingan pajak, biar nggak ribet urus laporan dan hitungannya, percayakan aja ke Konsultan Pajak BBF.

  1. Jasa SPT Tahunan
  2. Jasa Pendampingan SP2Dk
  3. Jasa Tax Retainer
  4. Jasa Tax Review
  5. Jasa Tax Planning

Hubungi admin kami sekarang untuk konsultasi gratis pertama! Klik disini untuk langsung chat admin atau klik disini untuk isi form terlebih dahulu.

Follow dan kunjungi kami melalui:
X (Twitter)
Visit Us
Follow Me
LinkedIn
Share
Instagram
Bagikan artikel ini
Muhammad Firman Syahrani
Muhammad Firman Syahrani
Articles: 40

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *